kumpulblogger network

Showing posts with label penis. Show all posts
Showing posts with label penis. Show all posts

Thursday, September 10, 2009

Turkish woman in penis-chopping case

ISTANBUL (Reuters) - A Turkish woman accused of cutting off her lover's penis must wait 18 months for a verdict and sentencing while a court determines whether his re-attached penis still functions, a court source said Thursday.

The criminal court in the Black Sea town of Trabzon will wait for a medical report assessing whether the 28-year-old victim has regained full use of his organ or if he is permanently disabled, an official involved in the trial said.

"To determine which crime was committed, we first need the report," the source said. "We'll continue holding hearings in the trial from time to time until we receive the report."

The 39-year-old defendant faces between one and three years in prison if her former lover recovers, Haber Turk newspaper said. She will be jailed for at least 8 years if he does not.

The woman told the court he had broken his promise to marry her and forced her into prostitution and beat her.

Surgeons worked for 11 hours to re-attach the penis in an operation which they described as successful, and said full sexual function should return within six months, Hurriyet said.

The defendant, who has not been jailed during the trial, told the court she cut off her former lover's penis and threw it onto the roof of a neighboring building while he was drunk, the newspaper quoted her as saying.

Wednesday, August 12, 2009

AWAS HATI2 penis bisa PATAH

Ini bukan sensasi aja. Ternyata tercatat 1.331 kasus adanya penis patah yg menimpa kebanyakan anak remaja laki2 dibanding pria dewasa, hehehe mungkin karena masih belum banyak pengalaman dan keburu nafsu ya maka terjadi kasus fatal ini, ataupun ini terjadi karena lagi mencoba suatu posisi sexual relationship yg luar biasa yg heboh. Suatu gaya yg tidak lazim dlm posisi yg tidak alami yg akhirnya menyebabkan patahnya sang penis tersayang.

KOMPAS.com — Sebenarnya menyebut patah (fracture) untuk penis agak kurang tepat karena penis tidak memiliki jaringan tulang. Namun, suara mirip patahan, rasa sakit yang hebat, serta luka memar dan bengkak yang ditimbulkan mirip dengan kejadian patah pada tulang.

Pada dasarnya, penis fraktur terjadi karena ada trauma pada bagian corpus cavernousum, lapisan silinder yang terdapat di penis. Corpus cavernousum mengandung jaringan ereksi yang mirip spons yang tugasnya menampung darah selama ereksi.

Meski sangat jarang, di seluruh dunia sejak tahun 1935-2001, tercatat ada 1.331 kasus penis patah yang dilaporkan. Biasanya, kejadian ini menimpa remaja laki-laki karena biasanya ereksi pada usia mereka masih keras dan kaku.

Menurut Drogo Montague, MD, ahli urologi dari Cleveland Clinic, AS, saat penis fraktur terjadi, penis akan terlihat hitam dan biru yang disertai dengan rasa sakit.

Penis patah, menurut Montague, paling sering terjadi karena seorang pria terlalu heboh atau bersemangat memainkan juniornya saat melakukan penetrasi. "Wanita yang bergerak terlalu bersemangat saat berada di posisi woman on top juga bisa menyebabkan penis patah," katanya seperti dikutip situs kesehatan WebMD.

Senada dengan Montague, Dr Darius Paduch, ahli urulogi dari New York Presbyterian-Weill Cornell Medical Center, menjelaskan, penis patah sering kali terjadi saat aktivitas seksual dilakukan.

"Kebanyakan kasus yang dilaporkan terjadi saat posisi woman on top. Ada juga kejadian hubungan seks dilakukan saat wanita duduk di meja dengan posisi pria menghadap langsung. Tapi penis salah dimasukkan dan mengenai meja," kata Paduch.

Selain aktivitas seksual yang terlalu heboh, berguling di tempat tidur dengan posisi penis sedang ereksi saat seorang pria tidur juga diduga bisa menyebabkan penis fraktur. Kejadian penis patah juga pernah dilaporkan akibat seorang pria terburu-buru berpakaian saat penisnya masih dalam kondisi tegang.

Menurut Paduch, penis patah tidak bisa diobati hanya dengan mengompres dengan es. Penderita harus segera berobat ke dokter karena operasi adalah terapi pengobatan yang paling tepat untuk kondisi ini. Sebuah penelitian menyebutkan, dari sembilan pria yang melakukan operasi, mayoritas mendapat kesembuhan dan bisa ereksi dengan normal pascaoperasi.